Senin, 02 Maret 2009

Biography 08


Indahnya Bali


Selesai sekolah aku ditempatkan di Bali. Setelah 8 hari liburan, aku berangkat ke Bali menggunakan bus dari Jogja. Kebetulan di bus juga ketemu kawan satu angkatan yang sama-sama penempatan di Bali. Untung, karena dia punya saudara di Bali, kalo gak mungkin kejadian di Semarang terulang lagi……..

Dalam perjalanan ke Bali, ada sesama penumpang yang sangat ramah, banyak cerita tentang Bali, karena memang dia orang Bali. Badannya penuh tato, yang menjadikan kami berdua ketakutan karena image orang bertato dulu adalah “gali” alias preman. Jadi walaupun dia banyak cerita kami berdua diam saja nggak banyak komentar. Apalagi waktu turun dari bus di terminal Ubung, dia langsung bilang “Tenang aja, di sini kakakku yang berkuasa…..” wah bener nich preman… pikir kami.

Berdelapan kami runtang-runtung cari kontrakan atau kost-kostan, sampai menjelang maghrib belum dapat. Pas mau pulang, kami berdelapan disamperin cewek naik motor menawarkan rumahnya yang belum selesai untuk digunakan sementara. Wow…. Rejeki benar dari cewek ini …. Mira Cindarbumi namanya. Bukan hanya itu, malam itu Mira juga langsung ajakik kita untuk keliling Denpasar. Dan esoknya kami berdelapan plus kawan-kawan Mira berdelapan juga naik motork keliling Denpasar, Sanur dan Kuta. Baru saat itu kami mengerti ternyata orang Bali seneng bertato dan tatonya pun seluruh tubuh. Sorry kawan…. tadinya aku kira hanya preman yang bertato. Dan ternyata orang Bali memang cocok jadi guide wisata, karena sepanjang perjalanan mereka terus-terusan cerita tentang objek wisata yang kita kunjungi.

Malamnya, yang kebetulan waktu itu sedang ada even PKB (Pesta Kesenian Bali), kami pun di ajak nontong Drama Gong di art centre. Aku duduk paling depan, tapi karena aku gak ngerti ceritanya yaaa plingak-plinguk, yang penting kalo orang tertawa aku ikut aja tertawa…..mbuh.

Banyak kawan di Bali. Inoel longor (bukan Inoel ngebor) yang suka tertawa kayak Burisrowo. Mr. SIR yang jago komputer dan jadi temen nonton musik dan minum, Mr. AF yang jago ngelobi, Nona LH yang menemaniku terus, makasih yach jadi semangat…..walau akhirnya ngilang gak ketemu lagi, Mr. PS yang jago main gitar dan jago ngeyel, wah banyak dan masing-masing punya ciri khas. Banyak cerita lucu, apalagi di kost-kostan oom Wakaf di Ceroring itu….. woow gak tega mau cerita …..

Jumat, 16 Januari 2009

IBO NetRe Sumbagsel Januari 2008


Kegiatan IBO (Iman-Budaya-Olah Raga) bulan Januari 2009 diisi Siraman rohani Islam yang diampaikan oleh Ustadz Hidayatullah dari IAIN Raden Fatah Palembang pada Kamis ba’da Ashar mengambil tema ”Dengan Tahun Baru Kita Tingkatkan Performansi Kerja”. Kegiatan yang dilakukan di mushala lantai tiga gedung NetRe ini diikuti oleh seluruh karyawan kantor NetRe Sumbagsel.

Tahun baru Islam dimulai dari peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Dan saat Nabi kembali menundukkan mekah dengan tanpa tetesan darah, Nabi bersabda ”Tidak ada lagi hijrah setelah aku taklukkan Mekah”. Ini berarti makna Hijrah secara khusus hanya terjadi sekali yaitu pada jaman Nabi. Namun secara umum Hijrah adalah Hijaratul Qulub Wal Jawal, hijrahnya hati dan anggota badan. Ini yang harus dilakukan manusia setiap saat. Yaitu Hijrah dari kegelapan menuju cahaya islam, hijrah dari kemaksiatan menuju kebaikan, hijrah dari kesesatan menuju hidayah.

Ustadz Hidyatullah menyampaikan bahwa pada awal penentuan tahun Islam banyak pendapat untuk dijadikan pedoman, di antaranya adalah peristiwa lahirnya Nabi, peristiwa wafatnya nabi dan peristiwa penerimaan wahyu pertama oleh nabi. Namun hal itu tidak disepakati untuk dijadikan pedoman, karena dengan menggunakan peristiwa tersebut ada kecenderungan untuk mengkultuskan nabi. Maka diambil kesepakatan bahwa tahun baru Islam diawali dari peristiwa hijrahnya nabi dari Mekah menuju Madinah.

Selain mengulas sejarah tahun baru Islam, Ustadz Hidayatullah juga menyampaikan hal-hal yang harus kita lakukan menyambut tahun baru 1430 H. Yaitu dengan muhasabah (introspeksi diri) bagaimana kehidupan kita di tahun 1429 H dan kita tingkatkan untuk menjadi lebih baik di tahun 1430. Dengan pergantian tahun ini maka berarti jarak kita dengan ajal kian mendekat, maka sudah sepantasnyalah kita semakin meningkatkan iman dan taqwa kita dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah.

Selain muhasabah, tahun baru juga bermakna peningkatan ukhuwah. Hal ini melihat dari peristiwa hijrah nabi yang mempersatukan kaum muhajirin dengan kaum anshor. Dari ukhuwah ini akan terbangun masyarakat madani dengan melaksanakan sabda nabi SAW saat menginjakkan kaki di Madinah, yaitu tebarkan salam, beri makan orang yang lapar, jalin silaturahim dan bangunlah di dua pertiga malam.

Perintah tebarkan salam berarti tebarkan keselamatan, jadikan diri kita bermanfaat bagi lingkungan kita, biarlah waktu lahir kita menangis dan orang lain tertawa, namun pada saat kita mati, kita yang tertawa dan orang lain menangis. Salam adalah ciri seorang muslim, sudahkah kita memberi salam saat bertemu dan saat berpisah dengan saudara kita sesama muslim? Sudahkah kita bangga dan berani mengatakan bahwa ”Saya seorang muslim”? Kita patut prihatin bahwa kita masih kurang ”ngeh” dengan Islam, malu menunjukkan atribut Islam. Kita masih sering mengikuti gaya dari kaum lain seperti hura-hura menyambut tahun baru miladiyah, tetapi adem ayem bahkan tidak tahu ada tahun baru Hijriyah. Padahal nabi bersabda bahwa barang siapa mengikuti suatu kaum, maka ia bagian dari kaum tersebut.

Perintah memberi makan orang yang lapar mengajarkan kita untuk peduli. Sebenarnya rezeki yang kita miliki adalah yang kita makan dan yang kita sedekahkan. Sedangkan harta yang menumpuk dirumah, direkening atau dimanapun, itu hanyalah sekedar amanah atau titipan yang harus kita jaga, sewaktu-waktu bisa diambil dengan cara apapun dan dengan cara yang bagaimanapun oleh pemiliknya yaitu Allah SWT. Jika dihadapan kita ada orang yang meminta-minta, seharusnya kita bersyukur karena mereka meminta yang yang menjadi hak mereka. Dari rezeki yang kita terima, sebenarnya ada bagian yang menjadi hak kaum miskin dan duafa.

Perintah menjalin silaturahmi mengajarkan kita untuk hidup rukun dan sejajar. Jangan sombong merasa diri lebih baik, lebih hebat dan lebih benar dari yang lain karena sikap tersebut dan kata-kata ”ana khoiru minhu” merupakan sikap dan kata-kata iblis saat disuruh sujud kepada Adam AS. Kebenaran hanyalah milik Allah.

Sedangkan perintah untuk bangun di dua pertiga malam mengajarkan kita untuk memiliki kekuatan ruhiyah yang kuat, sesuai janji Allah bahwa shalat tahajud akan mengangkat kita menuju tempat yang mulia (maqamammahmudah). Dari empat perintah nabi tersebut, tiga menyangkut hablum minannas dan satu menyangkut hablum minallah.

Maaf, jika ada yang salah, ini hanya berdasarkan ingatan semata, tanpa catatan sebagai referensi.

Rabu, 26 November 2008

Panggilan


Didunia hukum kriminal, jika seorang jadi saksi ataupun tersangka suatu perkara, biasanya orang tersebut mendapat surat panggilan dari kepolisian atau kejaksaan. Surat panggilan pertama, jika tidak diindahkan akan dilakukan pemanggilan kedua dan jika masih tidak dihiraukan maka akan dijemput paksa. Jika sampai terjadi jemput paksa, maka ketidakhadiran saat pemanggilan pertama dan kedua pastilah akan menjadi hal yang memberatkan hukuman bagi si itu orang.

Dalam hidup kita sering dipanggil untuk menghadap Allah. Panggilan pertama berupa suara azan yang menandakan bahwa sudah waktunya kita menghadap Allah. Sudahkah kita penuhi panggilan pertama tersebut. Panggilan pertama ini panggilan yang paling ringan kita kerjakan, tidak butuh materi, tidak butuh energi banyak dan juga tidak butuh waktu banyak. Hanya butuh niat dan keikhlasan kita untuk beribadah sesuai fitrah penciptaan manusia ditambah ilmu beribadah.

Panggilan kedua adalah panggilan untuk berhaji di tanah suci. Ini perlu perjuangan yang lebih berat dibandingkan panggilan yang pertama. Butuh materi, tenaga fisik, mental serta waktu yang yang lebih banyak selain ilmu yang juga harus dipersiapkan. Ini berat, karena ini gambaran kecil tentang kejadian pada panggilan berikutnya sebagai latihan.

Panggilan terakhir adalah jemput paksa. Jika panggilan pertama masih bisa diabaikan begitu juga dengan panggilan kedua masih juga bisa diabaikan. Tapi panggilan ketiga adalah jemput paksa, yaitu maut. Ini yang paling berat, karena ini kita sudah memasuki pengadilan yang sebenarnya. Kita juga tidak bisa melakukan jual beli hukum, karena semua bukti terpampang serta saksi yang hanya bisa berkata jujur. Jika panggilan pertama dan panggilan kedua kita abaikan, sudah pasti hal tersebut akan memperberat hukuman. Jadi apa kita masih mau mengabaikan panggilan dan menunggu jemput paksa? Mari kita perbanyak bukti yang meringankan serta saksi yang meringankan dengan do’a, sedekah, dan berbagai ibadah lain sesuai yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Ya Allah, Engkau yang berkuasa membolak-balikkan hati manusia, jagalah hati hamba agar senantiasa dekat dengan-Mu. Amien.

Selasa, 25 November 2008

Haji dan Mati


Dari ceramah pembekalan haji di rumah tetangga yang saya ikuti kemarin disampaikan oleh Ustadz H. Muazim Syair, ternyata haji itu mirip dengan mati karena banyak persamaannya :
1. Haji dan mati sama-sama panggilan Allah.
2. Haji dan mati sama-sama ditentukan waktunya, bedanya kalo haji bisa kita rencanakan dan waktu berhaji bisa kita ketahui, sedangkan mati waktunya hanya Allah yang tahu, kalau kita pergi haji kita masih bisa kembali, sedangkan kalau pergi mati kita tidak bisa kembali.
3. Haji dan mati sama-sama perlu bekal dan sebaik-baik bekal adalah taqwa (Al Qur’an).
4. Pakaian haji dan mati sama-sama lembaran kain putih tidak berjahit, cuma beda nama kalau pakaian haji disebut ihram sedangkan pakaian mati disebut kafan.
5. Kalau haji dikumpulkan di padang Arafah, kalau mati akan dikumpulkan di padang Ma’syar.
6. itu saja yang saya ingat, yang lain nggak ingat maklum nggak bawa catatan.

Kamis, 20 November 2008

Aku mimpi


Semalam aku bermimpi, setelah dua malam aku tidak dapat tidur nyenyak karena jagoanku yang rewel. Entahlah setiap terbangun, jagoan kecilku, si Endu selalu nangis minta jalan-jalan. Padahal rasanya tiap jam dia terbangun dan nangis. Gak peduli tengah malam, gak peduli hari hujan. Ini sudah berlangsung selama tiga minggu kata permaisuriku. Yach aku memang baru merasakan dua malam ini karena selama tiga minggu terpaksa kutinggalkan keluargaku untuk urusan tugas kantor.

Tapi semalam aku benar-benar nyenyak tidurku. Entah dengan si Endu. Yang jelas aku sempat bermimpi seolah-olah aku ikut pertandingan lari gembira, bukan di arena olah raga, tetapi menaiki tangga gedung yang berkelok-kelok. Suasananya mirip-mirip kegiatan tim building outbond. Capeknya terbawa sampai saat aku terbangun. Lari naik turun tangga gedung mewah. Saat finish di bawah, ternyata koq penyelenggaranya mirip Pak Fachrurrozy ketua Masjid Arrahman di deket rumah? Tidak ada pengumuman juara, yang ada hanya pertanyaan beliau :’Mengapa capek-capek naik turun gedung mewah, seharusnya anda itu berlari ke gedung sebelah itu…. Masjid” Aku terbangun dan suara azan dari masjid sudah terlewat. Entah apa maknanya tapi biasanya aku gak pernah ingat peristiwa yang ada di mimpi, tapi yang ini saya bisa ingat dan saya tulis di sini.

Rabu, 22 Oktober 2008

Biography 07

Bandung

Keluar dari barak tentara Cimahi, tidak langsung balik kampong, tetapi menuju kampus di Geger Kalong Bandung, bersama teman-teman dari Bandung. Tujuan utama adalah mencari kontrakan rumah. Dapat rumah di daerah Panorama dekat kampus IKIP. Trus pulang ke Prambanan untuk liburan. Kembali ke Bandung menuju rumah kawan di Bale Endah, ternyata kontrakan di Panorama sudah di batalkan, dan dapat di Pejagalan Gerlong yang lebih dekat dengan kampus. Satu rumah berdelapan dengan membuat sekat dari triplek dan kain gordyn.

Banyak kenangan di rumah ini. Paling tidak banyak cewek yang takut melintas karena penghuninya sangar he…..he…. rugi jadinya. Tapi waktu tinggal di rumah inilah kami seperti menemukan orang tua di Bandung, keluarga bu Mukari atau ibu Yuni. Beliau banyak membantu baik dari segi material seperti kiriman makanan dan pinjaman duit buat bayar kontrakan hingga hiburan alias tempat kami nonton sepak bola sambil menikmati kopi manis atau sekedar ngobrol menghilangkan kejenuhan.

Selain semangat kuliah, kegiatan yang rutin tiap pagi rebutan kamar mandi. Jum’at pagi senam di IKIP, minggu jalan-jalan ke punclut, malamnya jalan-jalan ke alun-alun pulangnya cari contekan laporan praktikum.

Semester pertama lancar, walaupun belasan kawan harus kena DO. Semester kedua terpaksa aku ujian semester di rumah sakit, karena kena serangan thypus. Ingat semester pertama sudah belasan yang DO, sekarang ujian di rumah sakit dan nggak bisa konsentrasi belajar, ujian secara privat one on one dengan pengawas, dan gak bisa nyontek membuat makin bingung sehingga harus lebih lama lagi di rumah sakit. Syukur dan terima kasih kawan-kawan sangat support dengan bantuan nemenin di rumah sakit. Khan gak ada keluarga di Bandung. Alhamdulillah semester kedua lulus dengan nilai mepet.

Menjelang lulus, kami diharuskan masuk lagi ke barak PUSDIKHUB Cimahi. Untung cuma dua minggu, kalau tiga bulan kayak sebelumnya mungkin keluar barak sudah bisa dipersenjatai oleh negara…he…he… tiarap kopral……

Senin, 20 Oktober 2008

Istrimu adalah pakaianmu

Hari Jum’at (17/10) aku berkesempatan mendengar ceramah agama lewat nasihat pernikahan tetanggaku. Kebetulan aku di dhapuk menjadi koordinator dokumentasi jadi bisa bludhas-bludhus ke manapun kaya wartawan. Dari acara seserahan, akad nikah, persiapan panggung, pemotongan sapi, persiapan dapur sampai ke perhelatan resepsi aku harus selalu siap di lokasi dengan menenteng kamera. Siapa tahu ada momen yang harus diabadikan untuk dijadikan kenangan.

Dari nasihat perkawinan, yang bisa saya share dari nasihat Prof. Dr. Ir. H. Faschrurrozy Sarkowi, MSc tersebut adalah sebagai berikut :

1. Seorang isteri adalah pakaian buat suami dan suami adalah pakaian buat isteri. Sebagai pakaian tentu memiliki tiga fungsi yaitu :
a. Pakaian itu melindungi (dari panas, dingin, debu dll), jadi suami isteri itu harus saling melindungi..
b. Pakaian itu menutupi aurat, jadi suami isteri harus saling menutupi kekurangan pasangannya, jangan diumbar ke tetangga.
c. Pakaian itu memberikan keindahan dan keagungan, jadi suami isteri harus bisa saling menjadi kebanggan bagi pasangannya, jangan sampai orang malu berada di dekat pasangannya
2. Kita telah diberi modal oleh Allah berupa mawadatan warahmah. Sebagai modal tentu harus kita kembangkan.

Sampai hari minggu (19/10) aku terus menenteng kamera handycam, sementara kamera foto aku serahkan ke juniorku. Kalah dipenampilan, aku coba percepat edit dan pertama serahin hasil.

Rabu, 13 Agustus 2008

Biografi 06

Do’aku dikabulkan

Kembali aku menikmati indahnya jadi pengangguran. Saat itu aku dapat menikmati doa. Kira-kira jam 8 malem, kampungku sudah gelap. Aku pergi ke mushala yang berlantai dua, tempat shalat di lantai dua. Lantainya bukan dari semen cor, tetapi dari bamboo sehingga kalo dilewati akan berbunyi reyot-reyot. Aku shalat Isya’ dan berdo’a semoga aku bisa sekolah lagi. Entah karena khusyuk atau gimana, sampai aku tidak sadar kedatangan seorang tetangga yang biasa menjadi imam di mushala itu. Waktu itu lampu memang dimatikan, tetapi lantai mushala tidak mungkin sunyi jika dilewati. Pasti berderit-derit. Selesai berdoa aku kaget mendengar suara tetanggaku itu “Mas tambahi dengan tahajjud mas” katanya.

Suatu sore kakakku mendengar pengumuman lewat RRI Surakarta bahwa ada sekolah gratis dengan ikatan dinas plus uang saku. Namun nggak jelas isinya, hanya penyelenggaranya waktu itu PERUMTEL. Akupun mencari informasi ke Kantor PERUMTEL Jogja, dan pengumuman itu dipajang di depan kantor. Aku juga mengajak temen-temenku untuk sama-sama mendaftar, terutama yang sama-sama jadi pengangguran. Dulu aku maunya masuk jurusan administrasi, tetapi sewaktu aku ketemu temen di kantor polisi saat mencari SKKB, aku ubah pilihanku menjadi jurusan Teknik. Saran temenku yang jadi pertimbangan, bahwa kalo di Teknik peserta yang diijinkan dari jurusan IPA dan jenis kelamin laki-laki. Sedangkan kalo dari Administrasi pesertanya laki dan perempuan, dengan pendidikan SMA IPA atau IPS. Jadi kalo diitung peluang diterima lebih banyak di Teknik. Sementara temenku yang ngasih saran malah tetap mendaftar di jurusan administrasi.

Pendaftaran di Kantor WITEL VI Semarang. Belum pernah aku masuk kota semarang, kenalanpun tak ada. Aku naik bis bersama temen ke semarang, turun di depan rumah sakit Karyadi. Sampai semarang kira-kira jam 8 malam. Aku nggak ngerti mau kemana lagi, lokasi pendaftaran pun aku tidak tahu alamatnya. Alhamdulillah aku ketemu mahasiswa IKIP Semarang yang menawariku tidur di tempat kostnya. Dari dialah aku tahu dimana tempat yang kami tuju.

Sebelum mengikuti ujian aku datang ke tempat seorang Kyai. Aku ditanya satu pertanyaan dari pak Kyai “Shalat gak?”. Karena shalatku masih blang bentong ya aku jawa “Kadang-kadang”. Pak Kyai itu hanya tersenyum dan memberi saran “Kalo mau lulus, benerin shalatnya, banyakin doanya. Sebelum berangkat baca Al Fatihah, sepanjang perjalanan usahakan selalu mengucap shalawat”. Aku hany bisa menjawa “Insya Allah Pak Kyai”

Dari ujian pertama, tidak ada satupun dari temenku yang namanya terpampang di koran saat pengumuman hasil seleksi dimuat, kecuali namaku. Ujian kedua, wawancara, aku sendirian dari kampungku. Sampai di lokasi ujian, kulihat peserta semuanya serius belajar. Mereka membawa buku-buku untuk dibaca. Sedangkan aku? Tidak membawa apa-apa karena memang nggak punya buku dan nggak tahu harus belajar apa. Aku melihat peserta keluar dari ruang ujian pada keringatan. Apa di dalam disuruh push up apa yach. Aku cuek aja. Setelah aku masuk ruang ujian, ternyata aku hanya diberi dua pertanyaan dan setelah itu selesai. Lho koq cepet? Yang lain tadi khan lama?

Pengumuman hasil test wawancara tidak jelas waktunya. Informasi hasil seleksi akan dikirim lewat pos. Sering aku datang ke semarang untuk mengetahui barangkali sudah ada pengumuman. Suatu sore pak pos datang membawa resi surat tercatat yang harus diambil di kantor pos besok harinya. Pagi-pagi aku ke kantor pos. Ternyata isi surat tersebut adalah panggilan untuk mengikuti test berikutnya yang seharusnya pada hari itu jam 08.00. Dan pada jam itu, aku masih berada di kantor pos Prambanan. Akupun langsung meluncur ke Semarang. Tiba di semarang jam 13.00, lokasi test kesehatan di Laboratorium Cito di Indraprasta Semarang dan kesehatan umum di Puskesmas Pandanaran. Selesai dari Cito, aku menuju Puskesmas Pandanaran, tapi karena sudah jam 4 sore, dokternya sudah tidak ada. Sementara besoknya hari libur tiga hari berturut-turut. Saran orang puskesmas, aku kembali pada hari kerja berikutnya. Alhamdulillah aku masih dinyatakan lulus walaupun terlambat tiga hari.

Keterlambatan masih terjadi. Saat harus dilakukan briefing oleh manajemen PERUMTEL jam 08.00, pada jam tersebut aku kembali masih berada di Kantor Pos. Sehingga sampai di Semarang acara sudah bubar, akhirnya aku hanya bertanya ke pegawai disana mengenai isi briefing. Intinya akan harus mengikuti Pembinaan Mental di Pusat Pendidikan Angkatan Darat (PUSDIKHUB) Cimahi. Sewaktu aku Tanya apa yang harus dibawa, belia menjawab :”Pokoknya bawa surat-surat penting”.

Karena tidak bisa menterjemahkan “surat-surat penting” maka aku cari segala macam keterangan dari kelurahan dan kantor polisi. Surat keterangan belum nikah, SKKB, STTB lengkap – kap – kap. Sampai di di PUSDIKHUB ternyata semua surat itu tidak diperlukan, yang diperlukan hanya KTP yang ternyata malah tidak terbawa. Maklum karena nggak pernah ngantongi duit, aku nggak pernah bawa dompet, dan KTP adanya di dompet…..

Alhamdulillah Bintal lancar, bahkan keluar dari Cimahi badanku tambah berisi. Khan makan jadi teratur. Kerjanya olah raga, makan dan tidur……. he……he…. Dan Alhamdulillah doaku dikabulkan untuk sekolah lagi di Bandung.

Biografi 05

Aku Kuliah

Aku dinyatakan lulus seleksi PMDK di fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada tahun 1986. Sebenarnya aku nggak peduli dengan pengumuman itu, karena aku yakin bahwa Bapakku pasti tidak sanggup membiayai kuliahku. Akupun tidak pernah lagi nengok SMAku setelah selesai ujian akhir. Sampai ada utusan dari sekolah yang mencariku, mengatakan bahwa aku harus masuk ke fakultas itu karena sudah diterima. Pertimbangan yang dikatakan adalah bahwa hal ini menyangkut nama baik sekolah. Akhirnya dengan berat Bapakku mencari pinjaman Rp. 100.000,- untuk biaya semester I. Akhirnya akupun tercatat sebagai mahasiswa di fakultas peternakan UGM. Aku kuliah masih menggunakan sepeda kesayanganku, kukayuh sampai gembrobyos. Jarak rumah ke kampus kira-kira 17 kilo, jadi paling sedikit waktu itu aku bersepeda 35 kilo sehari. Wow. Sekarang naik sepeda 1 kilo saja udah mau putus napas. Biasanya aku singgah di rumah temenku yang berada di tengah-tengah jarak rumah ke kampus, kadang minta minum, kalo ada makanan yach minta makan sekalian….he….he…

Semester satu kulalui dengan lancar. Nilaikupun masih yang terbaik, kalo nggak salah IPku waktu itu 3,65. Masuk semester 2 waktunya bayar uang kuliah lagi sebesar Rp. 110.000,-. Dari mana duitnya, lha utang yang dipakai untuk bayar semester I saja belum terbayar. Bapakku bilang “Wis le, sing penting wis ngrasakke kuliah…”. Yach sudah kumulai hariku sebagai pengangguran. Uenak tenan. Bangun pagi selepas subuh olah raga jogging, sarapan pagi habis itu keluyuran….. Aku coba masukin lamaran untuk jadi apa saja, satpam, buruh pabrik atau apapun. Tak satupun perusahaan yang merespon. Waktu pembangunan taman purbakala Candi Prambanan dimulai, aku ikut jadi kulinya. Cuma bertahan seminggu, dapat gaji Rp. 6000,- . Nggak kuat, tangan yang biasa hanya pegang pulpen koq disuruh angkat rangka baja bangunan. Nggak ada tenaganya

Biografi 04

The KID’S GAMES dan ROY PATEL

Alhamdulillah aku lulus dari SMP Bogem dengan predikat terbaik III. Setelah lulus SMP, Bapakku menginginkan aku sekolah di STM atau SPG, dengan pertimbangan bahwa Bapakku merasa tidak mungkin mampu membiayai aku sekolah sampai perguruan tinggi. Dengan masuk STM atau SPG diharapkan dapat langsung bekerja. Tapi aku bersikukuh untuk masuk SMA, bahkan kalau aku tidak boleh masuk SMA aku lebih baik tidak sekolah saja.

Dan akupun mendaftar ke SMA Negeri Kalasan dengan pertimbangan sekolah negeri dengan biaya murah dan lokasinya paling dekat dengan rumah. Tidak ada sekolah lain yang aku coba daftar. Alhamdulillah, tepat pada saat kejadian gerhana matahari total tahun 1983, aku dinyatakan lulus seleksi pada nomor urut 12.

Di SMA inilah aku mulai berani bergaul, banyak temen yang akrab cewek maupun cowoknya. Aku juga merasa dimanja oleh temen-temenku. Buktinya, waktu acara camping di Kaliurang, yang lain diharuskan jalan kaki, temen-temenku justru menginginkan aku ikut truk. Pacaran? Wah, saat itu aku nggak ngerti pacaran itu bagaimana. Apa pacaran itu jalan-jalan bareng? Tapi tanpa pacaranpun aku sering jalan bareng. Apa pacaran itu makan-makan? Lha kalo gitu yang bayar siapa, duit nggak pernah ada. Jadi saat itu memang aku tidak tahu pacaran itu bagaimana. Apa pacaran itu sering ngobrol berdua, wah…. Kalo ceritanya udah habis masa harus di rewind…… he. Aku memang bisa membedakan cewk cantik dan yang kurang cantik. Tapi untuk cewek cantik aku hanya ingin melihat saja, nggak perlu yang lain…..he…he…

Di SMA, aku punya temen akrab yang lebih sering belajar bareng. Bahkan kalo ada kegiatan apapun lebih banyak berada satu kelompok. Hingga kami singkat kelompokku itu The KID’S GAMES. Ini bukan geng, karena ini hanya singkatan nama temen-temenku. Kristanto, anak pak Walijo yang guru PMP. Anaknya ganteng tapi pemalu. Pernah dia naksir cewek sekelas, tapi pas duduk berdampingan malah mandi keringat dan tidak bisa belajar, tanpa ada obrolan juga. Pernah juga kami harus muter balik bertamu ke rumah teman setelah pamitan, gara-gara dia tadi kelupaan berkenalan dengan adik temenku itu. Tadi dia baru sempat lirik-lirik doing. Ibrahim si jago volley, lebih banyak dipanggil Pehot. Denmase Kentier alias Joko Umbaran yang lagi pengin diakui eksistensinya. Sarwoto, seniman pintar yang suka bikin lagu. Gombloh alias Harwanto yang mirip Chuck Norris eh… salah Cak Naryo. Amin temenku dari SD, ganteng dan anteng. Muntalip, ya… aku sendiri. Erlik, anak pak polisi. Dan Sih Giarto yang …… apa yach… Sebenarnya bukan hanya The Kid’s Games yang ada tetapi kelasku juga punya julukan Roy Patel alias Loro IPA Telu. Bukan hanya The Kid’s Games dan Roy Patel aja di SMAku, terlalu banyak yang berkesan…..